Wordpress pages of moneygolddiamond's blog

Penambangan Emas Rakyat Rawan Pencemaran Merkuri

Kalau mau langsung lihat posting tentang alat berburu emas terbaik ramah lingkungan dengan hasil maksimal ada disini

Mendulang dan mencuci untuk mendapatkan emas butuh waktu yang cukup lama, disamping melelahkan dan butuh pengalaman/keahlian. Itulah sebabnya di daerah yang banyak terdapat penambangan emas rakyat, mereka memilih menggunakan air raksa atau merkuri (Hg). Meskipun harganya mahal (sekitar 300 ribu atau lebih per ons), tetapi mempercepat proses pencucian emas hingga sekitar satu jam saja. Inilah alasan kenapa di daerah di mana terdapat penambangan emas rakyat di  situlah juga menjadi sumber pencemaran merkuri.

Merkuri itu digunakan untuk mengikat emas dalam bentuk amalgam. Emas kemudian dibebaskan lagi dengan menguapkan merkuri melalui cara pemanasan. Satu ember pasir bercampur emas jika didulang dengan lenggangan butuh waktu berhari-hari, namun jika menggunakan satu ons merkuri seharga Rp 300.000 hanya butuh waktu satu jam. Karena itu, bisa dipastikan di mana terdapat penambangan emas rakyat di situlah sumber pencemaran merkuri.

Apa saja dampak negatif pertambangan rakyat ini  ?

  • Mencemari lingkungan dengan limbah merkurinya, sehingga minuman dan ikan konsumsi ikut tercemar (kadar merkuri di permukaan air  kali-kali yang terdapat penambangan emas mencapai 0,008  miligram per liter, padahal ambang batasnya 0,001 miligram per liter)
  • Para pendatang yang melakukan penambangan, sementara, daerah pertambangan itu sendiri tak mendapat apa-apa, tidak retribusi, tidak juga pajak.
  • Kebanyakan penambang rakyat adalah penambang liar (PETI istilah pemerintahnya) , lebih susah diatur, gampang berbuat nekat, dan sering terjadi keributan/tidak tertib.
  • Disamping suara mesin yang berisik, dalam jangka waktu tiga bulan setiap mesin membuang kurang lebih satu kilogram merkuri. Itu berarti tiap tahunnya membuang merkuri sekitar dua ton. Bayangkan jika jumlah mesin misalnya 100 unit.

Pada kasus pencemaran oleh merkuri, dalam hal fenomena bioakumulasi (penumpukan konsentrasi logam secara biologis) dan biomagnifikasi (pembesaran konsentrasi logam secara biologis), yang seharusnya dimetilmerkuri pada merkuri tidak larut dalam air, karena berada pada pH rendah menjadi larut dan diubah oleh jasad renik menjadi metilmerkuri yang stabil, sukar diurai, sangat beracun, dan larut dalam air. Dengan posisi tertinggi manusia pada rantai makanan, maka manusia rentan terhadap penumpukan metilmerkuri.

Seandainya harus mengonsumsi air (kali) yang tercemar merkuri, maka iar tersebut harus dimasak matang, dan harus mendidih pada suhu 100 derajat Celsius, lalu panci air mendidih itu harus terbuka sehingga merkuri ikut menguap.

Dampak dari pencemaran merkuri baru diketahui setelah 10 tahun mendatang, dengan area yang diserang adalah sistem saraf , sehingga masyarakat sering berpendapat bahwa mereka tidak terkena dampak merkuri karena lamanya waktu penyakit tersebut muncul. Maka masyarakat harus disadarkan bahwa tidak adanya kasus penyakit karena dampak merkuri bukan jaminan bagi masyarakat untuk mengabaikan ancaman ini.

Gejala-gejala jika tercemar merkuri itu antara  lain badan menggelepar seperti ayan, tangan gemetar, pelupa, mati rasa,  sulit tidur, sakit kepala terus-menerus, serta berkurangnya pendengaran  dan penglihatan. Bagi ibu hamil harus lebih berhati-hati karena merkuri  bisa berdampak pada cacat janin.

Tugas bagi pemerintah untuk segera menata kawasan pertambangan rakyat dengan cara manusiawi, tidak harus menggusur mereka, dan juga pemerintah berkewajiban menyediakan teknologi yang ramah lingkungan dan tidak mencemari lingkungan, disamping memberi penyuluhan dan pelatihan2 setiap aspek penambangan yang baik dan benar serta ramah lingkungan. Selain itu dibutuhkan peraturan tentang Penjualan dan Penggunaan Air Raksa disamping menegakkan aturan distribusi dan penjualan merkuri itu.

Alternatif  alat berburu emas terbaik ramah lingkungan dengan hasil maksimal ada disini

 

About these ads

June 3, 2010 - Posted by | Cerita Dibalik Emas

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: